25 Januari 2008

Minuman Suplemen Meruntuhkan Mitos Pria Perkasa

Budaya kita yang patriarki dikonstruks agar pria lebih punya harga diri didepan wanita. Iklan punya segudang pencitraan, para pedagang punya ribuan strategi dan trik untuk merayu konsumen, agar pria terlihat jantan di hadapan wanita. Maka, jika iklan sampo, sabun, dan bumbu masak didominasi wanita, maka produk-produk yang merangsang untuk peningkatan vitalitas pria digeber besar-besaran tanpa peduli apakah produk tersebut berbahaya bagi kesehatan atau tidak


Benarkah pria lebih jantan daripada wanita? Agaknya pertanyaan itu penting untuk pencitraan sebuah produk, mengingat kejantanan, keunggulan adalah hal mutlak yang harus dimiliki agar tak dicap sebagai pria loyo, lemah syahwat dan berbagai label yang menyebabkan martabat pria menurun drastis. Rasa lelah, letih, lemah sesuatu yang alami dari diri kita tak boleh terjadi, karena para pria adalah simbol kejantanan, kejantanan yang layak robot, tak punya rasa lelah, staminanya meningkat terus, bekerjanya pun ekstra keras (workaholic) agar dapat memenuhi tantangan persaingan.
Menyadari itu berbagai produk diciptakan untuk menggeber stamina terus menerus, pria tak boleh loyo, pria tak boleh kelihatan capek atau lelah, dalam berbagai aktivitas di kantor sampai urusan ranjang, ‘pria-pria perkasa’ ini dituntut dapat memuaskan banyak pihak, semua dilakukan demi sebuah mitos, pria-pria ini memang perkasa. Simbol kejantanan pria diwakili oleh Gatotkaca, otot kawat balung wesi, maka jangan heran salah satu produk jamu majun bernama Kukubima, laris di pasaran.

Kafein 80 mg
Pasar menangkap hal itu sebagai peluang, produk-produk untuk pembangkit vitalitas pria, ketika sedang bekerja, olahraga atau berada di tempat tidur dipromosikan besar-besaran. Sebagai contoh minuman suplemen untuk memacu stamina agar tidak cepat lelah ketika bekerja ataupun olahraga, ternyata setelah diteliti oleh Badan POM banyak masalah didalamnya, ternyata kandungan kafein dari minuman suplemen tersebut melebihi ambang batas yang telah ditentukan, yang seharusnya 50 mg menjadi 80 mg. Tujuan penambahan kafein ini tentu untuk memenangkan persaingan dagang, sebab semakin tinggi kandungan kafein, efek yang dirasakan oleh konsumen tersebut semakin cepat sehingga menambah kepercayaan konsumen terhadap khasiat produk tersebut

Bahaya Kafein
Memang, beberapa orang sangat percaya terhadap khasiat yang dicantumkan dalam kemasan minuman suplemen, sehingga merasa perlu untuk meminumnya agar kondisi tubuh terasa fit. Bila absen meminumnya, maka orang tersebut akan kehilangan kepercayaan diri dan menjadi loyo. Padahal kalau mau dicermati, ada sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai dari minuman berkafein, antara lain kafein merangsang kerja otak, jantung, sistem saraf, ginjal, serta koordinasi otot-otot tubuh, itulah sebabnya mengapa orang yang mengkonsumsi kafein menjadi merasa lebih awas, tidak ngantuk, lebih mampu berkonsentrasi, segar dan bergairah. Tetapi perlu hati-hati juga jika mengkonsumsi kafein dengan kadar yang terlalu tinggi akan berbahaya, terutama bagi penderita penyakit jantung, sebab dapat menyebabkan kematian karena jantung berdegup kencang akibat stimulan dari kafein. Kafein juga tidak baik bagi penderita hipertensi karena akan meningkatkan tekanan darah dan dapat menyebabkan stroke. Kafein dosis tinggi juga tidak dianjurkan pada ibu-ibu yang sedang hamil muda karena dapat menyebabkan keguguran. Kafein berlebih juga tidak baik bagi menderita sakit maag, karena di dalam perut kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Untuk itulah jangan sampai karena korban iklan kita lantas tertipu dengan produk-produk berbahaya yang merugikan kesehatan, jika memang kita lelah mengapa kita tidak melakukan cara alami untuk mengatasinya, minum air putih atau tidur, istirahat yang paling efektif. (with pras)


Tidak ada komentar: