Perannya di belakang layar tak pernah ter-ekspose ataupun ditampilkan dalam buku-buku sejarah, tetapi sama seperti laki-laki, sebetulnya mereka punya peran yang tidak sedikit. Tak hanya mendampingi suami dalam perjuangannya, tetapi mereka juga menentukan sendiri corak perjuangannya
Jika dihitung dengan jari, tak sampai sepuluh kita sudah kesulitan untuk menyebut pejuang wanita itu satu persatu, ini tak lain karena dominasi patriarkhi dalam budaya kita, tetapi jika kita menelisik lebih jauh, sejarah perjuangan mereka tak kalah dengan laki-laki Umumnya mereka bergerak di organisasi. Tahun 1912 berdiri Organisasi Perempuan Poetri Mardika. Ada juga Pawiyatan Wanito di Magelang tahun 1915, Aisyiah di Yogyakarta tahun 1917, Percintaan Ibu kepada Anak Temurun (PIKAT) di Manado tahun 1917, Wanito Hadi di Jepara tahun 1919, Poeteri Boedi Sedjati di Surabaya tahun 1919, Serikat Kaoem Iboe Soematra di Bukit Tinggi tahun 1920.
Ny Ahmad Dahlan
Di antara para aktivis perempuan itu, Nyai Ahmad Dahlan (1872-1946) adalah salah satu aktivis Islam yang menonjol. Ia dari organisasi Aisyiah. Sebelum organisasi perempuan Muhammadiyah ini terbentuk tahun 1917, Nyai Dahlan, sapaan akrabnya, bergiat untuk memberdayakan perempuan sejak tahun 1914. Kala itu, istri pendiri ormas Muhammadiyah ini membangun perkumpulan Sopo Tresno (siapa suka), khusus untuk perempuan. Baru pada tahun 1917, nama perkumpulan itu, berubah menjadi Aisyiah.
Menurut Nyai Dahlan, perempuan adalah patner kaum lelaki. Mereka sendirilah yang harus menentukan dan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah kelak, bukan malah ngekor kepada kaum lelaki. Metode pemberdayaan yang dilakukan adalah melalui forum-forum pengajian.
Ny Rasuna Said
Selain Ny Ahmad Dahlan, tercatat pula Ny Rasuna Said Ia dijuluki ‘singa betina’ karena keberaniannya mengkritik pemerintah Belanda. Juga, tercatat sebagai wanita pertama yang terkena speek delict, hukum Kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun bisa ditangkap karena omongan yang merugikan pemerintah. Rasuna juga berguru pada Haji Rasul alias H. Abdul Karim Amrullah, ulama terkemuka di Minangkabau. Di sinilah ia memahami pentingnya pembaharuan pemikiran Islam dan kebebasan berfikir.
Tidak hanya dengan orasi mulut, ia juga berjuang dengan pena. Tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi majalah Raya. Dalam waktu singkat, tulisan-tulisannya mampu mengobarkan obor pergerakan dan api perlawanan rakyat Minangkabau terhadap penjajah. Ia juga menerbitkan majalah Menara Putri, yang khusus membahas seputar kewanitaan dan keislaman.
Ny Sholihah Wahid
Perempuan dalam kultur pesantren juga tak mau kalah. Sholihah A. Wahid Hasyim adalah salah satunya. Ia adalah ibu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ia hidup dalam lingkungan pesantren di Jombang, sebagai menantu Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (1926). Ia juga putri Bisri Syamsuri, pemangku salah satu pesantren di Jombang, Jawa Timur. Sholihah ingin mendobrak tradisi perempuan-perempuan pesantren yang apatis dengan politik dan dunia luar. Dan juga menepis stigma-stigma miring seputar peran perempuan pesantren. Sepeninggal suaminya, tahun 1953, ia kian aktif di berbagai organisasi. Antara lain, menjadi pengurus Nahdlatul Oelama Muslimat (NOM), kini Muslimat NU.
24 Januari 2008
Keep Smile Atau Kupecat dari Pekerjaan!
Senyum adalah sedekah, itu teladan yang dilakukan Rasulullah dan mendapat tempat dalam dunia sekarang sebagai bagian dari strategi untuk merayu konsumen, sayangnya jika kita cermati, senyum para resepsionis, pramusaji ataupun pelayan SPBU hanyalah klise dan tuntutan dari perusahaan mereka bekerja. Buntutnya keramahan yang dipaksakan jelas tak mendapat pahala
Siang itu, perusahaan kami mengadakan syukuran atas launching produk baru, kami meluncur di bilangan pusat jajan dan rumah makan di kota Lunpia untuk kemudian menyantap ayam bakar. Kendaraan kami parkir, lantas kami masuk bersama-sama, mendorong pintu dan tiba-tiba, beberapa pramusaji menyapa kami, sekedar mengucapkan selamat siang lantas dengan senyumnya yang khas mereka mempersilahkan kami duduk.
Belum juga pantat kami menyentuh sofa kursi, pramusaji sejumlah banyaknya kursi yang kami duduki menarik kursi ke belakang, agar kami tak perlu repot dan berpayah-payah, semua sudah dilayani dengan baik. Aku membayangkan suasananya betul-betul seperti seorang raja, pelayan yang murah senyum, cekatan ini bagian dari trik untuk meryu konsumen agar betah.
Dan, gejala ini kami rasa sama, di tiap tempat, perusahaan yang bergerak di bidang jasa akan menggunakan strategi serupa untuk menarik minat pembeli, entah itu pelayan restoran, resepsionis hotel, SPG swalayan semua berlomba untuk merayu konsumen agar membeli sebuah produk ataupun memakai jasa mereka. Salah satu strateginya adalah keharusan untuk tersenyum, karena sering terjadi pegawai yang kurang ramah mengakibatkan konsumen kurang puas, akibat perilaku tersebut karyawan tersebut bisa dikenai sanksi hukum mulai dipotong gaji sampai dipecat dari pekerjaan.
Di sudut jalan-jalan kota Tokyo, di pinggiran jalannya banyak sekali tulisan smile is the best make up, maksudnya kekuatan senyum mampu membuat wajah kita lebih cantik atau lebih ganteng meskipun tanpa make up. Dan, Islam yang selalu mengajarkan untuk selalu tersenyum justru tidak kita sadari, sekarang justru kita mendapat pengalaman langsung melalui cerita tadi bahwa tanpa mengenal ajaran Islam orang Jepang telah mempraktekkan ajaran Islam. Senyum mampu melunakkan hati orang-orang yang berada dekat dengannya.
Rasulullah sendiri jika tersenyum tak akan meneruskannya dengan tertawa terbahak-bahak, melainkan hanya menampakkan giginya yang putih dan rapi.. Jarir bin Abdullah berkata Tidak ada sesuatu yang menghalang Rasulullah s.a.w dariku atau tatkala baginda melihatku semenjak aku memeluk Islam, kecuali pasti dengan tersenyum.” (Riwayat Tirmidzi).
Bahkan jika orang sekarang mempraktekkan senyum dalam rangka untuk menarik konsumen, maka Rasulullah mempraktekkan senyum untuk menarik hati mad’unya. Rasulullah diperintah untuk berlaku lemah lembut kepada pada muallaf yang benar-benar membutuhkannya. Sekali Ia bermuka masam atau bersikap kurang ramah, Allah langsung menegur, seperti yang terdapat dalam surat Abasa. Al Qur’an merekam bagaimana ketika Rasulullah tidak ramah kepada orang buta yang ingin masuk Islam sementara Beliau sendiri sedang melobby pembesar-pembesar Quraisy.
Itulah makanya senyum merupakan bagian dari strategi dakwah Rasulullah, Allah berfirman dalam surat Ali Imran 159, sekiranya Beliau tidak ramah, mad’unya akan banyak yang lari dan menjauhkan diri“ Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauhkan diri dari kamu.” (with pras)
Siang itu, perusahaan kami mengadakan syukuran atas launching produk baru, kami meluncur di bilangan pusat jajan dan rumah makan di kota Lunpia untuk kemudian menyantap ayam bakar. Kendaraan kami parkir, lantas kami masuk bersama-sama, mendorong pintu dan tiba-tiba, beberapa pramusaji menyapa kami, sekedar mengucapkan selamat siang lantas dengan senyumnya yang khas mereka mempersilahkan kami duduk.
Belum juga pantat kami menyentuh sofa kursi, pramusaji sejumlah banyaknya kursi yang kami duduki menarik kursi ke belakang, agar kami tak perlu repot dan berpayah-payah, semua sudah dilayani dengan baik. Aku membayangkan suasananya betul-betul seperti seorang raja, pelayan yang murah senyum, cekatan ini bagian dari trik untuk meryu konsumen agar betah.
Dan, gejala ini kami rasa sama, di tiap tempat, perusahaan yang bergerak di bidang jasa akan menggunakan strategi serupa untuk menarik minat pembeli, entah itu pelayan restoran, resepsionis hotel, SPG swalayan semua berlomba untuk merayu konsumen agar membeli sebuah produk ataupun memakai jasa mereka. Salah satu strateginya adalah keharusan untuk tersenyum, karena sering terjadi pegawai yang kurang ramah mengakibatkan konsumen kurang puas, akibat perilaku tersebut karyawan tersebut bisa dikenai sanksi hukum mulai dipotong gaji sampai dipecat dari pekerjaan.
Di sudut jalan-jalan kota Tokyo, di pinggiran jalannya banyak sekali tulisan smile is the best make up, maksudnya kekuatan senyum mampu membuat wajah kita lebih cantik atau lebih ganteng meskipun tanpa make up. Dan, Islam yang selalu mengajarkan untuk selalu tersenyum justru tidak kita sadari, sekarang justru kita mendapat pengalaman langsung melalui cerita tadi bahwa tanpa mengenal ajaran Islam orang Jepang telah mempraktekkan ajaran Islam. Senyum mampu melunakkan hati orang-orang yang berada dekat dengannya.
Rasulullah sendiri jika tersenyum tak akan meneruskannya dengan tertawa terbahak-bahak, melainkan hanya menampakkan giginya yang putih dan rapi.. Jarir bin Abdullah berkata Tidak ada sesuatu yang menghalang Rasulullah s.a.w dariku atau tatkala baginda melihatku semenjak aku memeluk Islam, kecuali pasti dengan tersenyum.” (Riwayat Tirmidzi).
Bahkan jika orang sekarang mempraktekkan senyum dalam rangka untuk menarik konsumen, maka Rasulullah mempraktekkan senyum untuk menarik hati mad’unya. Rasulullah diperintah untuk berlaku lemah lembut kepada pada muallaf yang benar-benar membutuhkannya. Sekali Ia bermuka masam atau bersikap kurang ramah, Allah langsung menegur, seperti yang terdapat dalam surat Abasa. Al Qur’an merekam bagaimana ketika Rasulullah tidak ramah kepada orang buta yang ingin masuk Islam sementara Beliau sendiri sedang melobby pembesar-pembesar Quraisy.
Itulah makanya senyum merupakan bagian dari strategi dakwah Rasulullah, Allah berfirman dalam surat Ali Imran 159, sekiranya Beliau tidak ramah, mad’unya akan banyak yang lari dan menjauhkan diri“ Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauhkan diri dari kamu.” (with pras)
Hati-Hati Aqua Berlumut
Air minum sehat ya aqua. Slogan itu selalu berdengung. Lagi-lagi ini persoalan gaya hidup kita yang malas dalam segala hal, malas untuk memasak air, apalagi sampai antri berpuluh-puluh kilo seandainya kita hidup pada daerah tandus. Cukup beli air kemasan atau isi ulang yang cukup murah, kita mendapatkan air segar alami yang ternyata . . .
Instant, itulah yang selalu didengung-dengungkan oleh masyarakat modern, instant itu praktis, tak bertele-tele, dalam bahasa iklan tinggal lheb . . tanpa perlu proses yang rumit. Dalam segala hal, manusia modern menuntut kepraktisan, entah itu dalam hal pola makan, ataupun minum.
Dalam hal minum misalnya, kalau dulu, orang harus susah payah ngangsu air, kemudian merebusnya, tetapi barangkali hal itu sudah jarang dilakukan, mereka yang tinggal di kos, kontrakan dengan aktivitas yang sibuk memilih untuk membeli air kemasan atau jika mereka punya dispenser—alat pengubah suhu air dingin atau panas dan berfungsi sebagai penampung air, mereka memilih untuk membeli aqua jenis galon yang lebih murah dan kapasitasnya lebih banyak.
Di balik semua itu, ternyata Aqua galon menyimpan banyak masalah, antara lain air yang kelihatan keruh, kotor dan setelah beberapa hari mengendap dalam galon, air aqua itu ternyata mengandung lumut. Temuan dari Dinas Kesehatan di Makassar setelah sebelumnya melalui pelaporan konsumen membuat Dinas Kesehatan itu terpaksa turun lapangan untuk memeriksa depo air minum yang tersebar di Makassar.
Sementara itu salah satu situs media konsumen menerima pengaduan dari seorang agen penyalur aqua yang mendapatkan pasokan Aqua botol dan galon dari seorang sales asal Klaten menuturkan
“Namun beberapa hari kemudian, dua Aqua galon yang tersisa tiba-tiba isinya keruh. Di bagian bawah galon muncul gumpalan warna hijau seperti lumut. Keruh sekali dan menjijikkan. Sampai-sampai, pelanggan urung membeli di toko saya. Padahal masih ada beberapa galon Aqua yang isinya jernih. Pikir saya, aneh, Aqua kok ada lumutnya? Padahal Aqua sudah punya nama. Katanya, Aqua jernih, segar dan selalu terjamin mutunya, mana buktinya? Untuk diketahui, penutup galon tersebut juga ada tulisannya Aqua. Di bagian tutup juga disegel pakai plastik warna biru tua bertuliskan Aqua. Hanya saja, plastik segel itu tidak rapi dan sudah sobek-sobek”
Di Jakarta, penelitian tentang Air Minum Isi Ulang (AMIU) berbagai merk, termasuk Aqua membuktikan bahwa 16 persen sampel air minum itu terkontaminasi dengan bakteri Coliform. Mengapa bakteri bisa masuk, padahal didalam prosesnya sendiri Aqua menerapkan langkah apa yang disebut 27 langkah hidro pro system sejak pemilihan mata air hingga pemrosesan, pengemasan serta pemantauan kualitas air. Perusahaan yang menginduk pada Danone (perusahaan roti dan biscuit dari Perancis) ini. Mengawali pemrosesan dengan filterisasi atau penyaringan air untuk menghilangkan partkel kasar yang mungkin terbawa dari perut bumi. Berikutnya, proses ozonasi untuk lebih memastikan bahwa air AQUA benar-benar bebas dari kuman-kuman pembawa penyakit, barulah kemudian proses pengemasan dari bahan PET seperti yang kita lihat dalam kemasan aqua 240 ml, 1500 ml, 600 ml dan 330 ml.
Jika memang prosesnya saja sedemikian ketat kecil kemungkinan Aqua tercemar, bisa jadi kita harus lebih curiga bahwa aqua berlumut itu aspal (asli tapi palsu) dan bukan dari perusahaan Aqua yang asli, hal ini bisa dilihat dari plastik segel yang tak rapi dan sobek-sobek, saatnya sebagai konsumen agar lebih cermat dalam membeli. Apalagi bisnis air minum sekarang begitu menggiurkan, permintaan dari pasar begitu tinggi, mereka yang memahami peluang ini dan hanya mengeruk semata, akan berusaha dengan segala daya menghalalkan segala cara
(with pras/media_konsumen/tribun makassar/danone aqua)
Langganan:
Postingan (Atom)
